Posted by: satudeako | January 24, 2011

”CANANG”

Canang adalah sebuah hasil karya budaya dalam keagaaman sebagai suatu sarana persembahyangan yang harus ada dalam kegiatan keagamaan di Bali.

Kata “Canang” berasal dari bahasa Jawa Kuno atau bahasa Kawi yang berarti sirih, yang disuguhkan pada tamu yang di hormati. Jadi, oleh karena itu canang di jadikan suatu sarana yang harus ada karena di persembahkan kepada Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi dalam ajaran agama Hindu di Bali .

Dalam ajaran agama Hindu di Bali canang menagndung beberapa makna, yaitu :

  1. Sebagai lambang perjuangan hidup manusia dengan selalu memohon perlindungannya untuk dapat menciptakan, memelihara dan meniadakan yang berhubungan dengan hidup manusia.
  2. Sebagai lambang menumbuhkan keteguhan, kelanggengan dan kesucian pikiran
  3. Sebagai lambang suatu usaha uamat manusia untuk menerapakan ajaran agama Hindu dalam bentuk banten yang memberikan keterangan tentang arti dan makna hidup.

Canang pada umunya berbentuk persegi, namun di setiap daerah di Bali memiliki bentuk canang yang bebeda, ada yang bulat ada yang beberbentuk segitiga, namun perbedaan bentuk tersebut tidak menghilangkan makna dari canang tersebut.

Canang terbuat dari janur ( daun kelapa yang masih muda ) dan daun pohon jaka sebagai alasnya, kemudian dibentuk sedemikian rupa dan dijarit dengan menggunkan batang bambu yang telah dipotong  dan kemudian dihiasi dengan bunga-bungaan yang berwarna-warni . Dalam pembentukannya harus memperhatikan arah-arah yang dianggap baik atau suci oleh umat Hindu.

Canang terdiri dari beberapa unsur pembentukannya yaitu sebagai berikut :

1.Porosan

Porosan melambangkan Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi dalam manifetasinya sebagai Tri Murti

2.Plawa/ daun-daunan

Melambangkan tumbuhnya pikiran suci dan hening

3.Tetuesan / Jejaitan

Lambang keteguhan atau kelanggengan umat manusia

4.Bunga

Melambangkan keikhlasan

5.Uras Sari

Dibuat dari garis silang yang menyerupai tanda tambah yang merupakan bentuk sederhana dari Swastika

Fungsi utama canang adalah :

  1. sebagai sarana persembahyangan di Bali
  2. sebagai  alat konsentrasi dalam melaksanakan persembahyangan

Selain fungsi tadi, canang juga dapat menciptakan suatu keindahan karena wujudnya yang indah yang dihiasi  bunga yang berwarna-warni dan  canang juga menjadi sebuah mata pencaharian masyarakat di Bali.

Canang sangat mudah kita jumpai di Bali dan dapat kita peroleh di pasar-pasar tradisional di Bali dengan harga yang cukup terjangkau sekitar Rp.250,- per canang pada umumnya.

(By : Agus Purnama)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: