Posted by: satudeako | January 28, 2011

Pura Agung Jagatnatha

Pura Jagatnatha terletak di kota Denpasar, tepatnya di Jalan Mayor Wisnu, sebelah timur lapangan Puputan Badung. Pura ini dikategorikan sebagai Pura Kahyangan dan menjadi altar bagi dewa-dewa Hindu. Jika dibandingkan dengan pura-pura Kahyangan ataupun pura lain di Bali, nama pura ini diambil dari nama gunung atau desa yang relevan dengan pura yang terletak di area Pura Besakih, dan pura lainnya.

Pura Jagatnatha memakai nama spesial yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek konsepsi. Di antara pura-pura di Bali, Pura Jagatnatha juga diresmikan dengan melaksanakan upacara kecil pada 13 Mei 1968. Pura Jagatnatha memiliki keunikan yaitu tidak adanya Pengempon (kelompok masyarakat yang mengelola pura ini). Sejak diresmikan, Pura Jagatnatha hanya memiliki beberapa orang yang mengelola dana mulai dari pembangunannya sampai untuk upacara sehari-hari. Pengelolaannya ditangani oleh Komite Pengembangan Jagatnatha dengan masyarakat Hindu lain. Dalam perkembangan selanjutnya pelaksanaan upacara ditangani oleh Panitia Hari Raya Hindu (PAHARA HINDU) yang sesuai dengan surat keputusan Pemerintah Daerah Bali. Personel PAHARA HINDU tersebut secara umum diambil dari Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar. Saat ini pengelolaan sepenuhnya ditangani oleh Pemkot Denpasar.

Di sebelah selatan Pura Jagatnatha terdapat Museum Bali, sedangkan di depannya terdapat lapangan Puputan Badung dan Patung Catur Muka. Pembangunan Museum Bali dimulai dengan adanya insiatif pentingnya merawat, menjaga dan memelihara warisan budaya Bali. Inisiatif tersebut berdasarkan pada adanya kekhawatiran terhadap semacam gejala erosi budaya, sehingga warisan budaya benar-benar hilang, yang tersisa hanya foto-foto dan dokumentasi.

Benda-benda koleksi yang disimpan di Museum Bali dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu benda koleksi masa prasejarah, seperti peti mati dari batu (sarkofagus); benda koleksi masa sejarah, seperti stupika tanah liat berisi Ye Te mantra, arca-arca perunggu; serta benda koleksi etnografi, seperti keris, kain Endek, dan peralatan upacara keagamaan (Sangku, Cecepan dan topeng Sidakarya).

Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke Pura Jagatnatha. Disini Anda akan mendapatkan ketenangan, kesunyian, dan keindahan Pura yang dapat memanjakan mata Anda. Tempatnya juga cukup strategis dan mudah dijangkau. Anda tidak perlu jauh-jauh dan harus bertanya kemana-mana untuk menemukan tempat ini. Karena pura ini terletak di jantung kota Denpasar. Disini juga Anda akan mendapatkan berbagai macam cerita atau sejarah tentang pura ini. Anda akan mengetahui bagaimana kronologis terbentuknya/dibangunnya Pura Jagatnatha, Dewa-Dewi apa saja yang ada disini, dll. Selamat menikmati indahnya pura jagatnatha.

By.  I Komang Adi widiantara 1D Pariwisata




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: